Artikel: Bahasa Rahasia Kucing: 7 Sinyal yang Perlu Diketahui Setiap Pencinta Kucing
Bahasa Rahasia Kucing: 7 Sinyal yang Perlu Diketahui Setiap Pencinta Kucing
Kucing itu tidak misterius. Mereka komunikator yang sangat jelas — kitanya saja yang tidak pernah dapat kamusnya. Ini tujuh sinyalnya, diterjemahkan oleh para ahli penghuni The Cat House di Seminyak.
1. Kedipan lambat
Kucing yang menatapmu lalu perlahan menutup matanya sedang berkata aku cukup percaya padamu untuk berhenti mengawasimu. Balas kedipannya. Selamat, kamu kini fasih mengucapkan kalimat terpenting.
2. Ekor tegak
Ekor lurus ke atas dengan ujung sedikit melengkung: ini sapaan yang hanya diberikan kepada teman. Anak kucing melakukannya pada induknya; kucingmu melakukannya padamu. Terima saja pujiannya.
3. Bunyi cicit
Bunyi setengah meong bergetar saat kucingmu melihat burung? Itu kegembiraan yang tidak tersalurkan — dan mungkin juga ajakan untuk ikut melihat. Lihatlah.
4. Menginjak-injak (bikin roti)
Kebiasaan sisa masa kecil yang berkaitan dengan rasa nyaman dan puas. Kalau kucingmu menginjak-injakmu, kamu resmi digolongkan sebagai perabot empuk. Ini pangkat tertinggi yang bisa dipegang manusia.
5. Memperlihatkan perut
Tanda percaya sepenuhnya — dan, seperti yang sudah terkenal, bukan ajakan untuk mengelus. Itu pujian, bukan kontrak.
6. Sundulan kepala
Kucing punya kelenjar aroma di pipi dan dahinya. Menyundul berarti menandaimu sebagai wilayahnya. Kamu miliknya sekarang. (Sebenarnya sejak dulu.)
7. Hadiah
Mainan, daun, atau serangga malang yang diantar ke kakimu: kucingmu sedang menafkahi keluarga. Ucapkan terima kasih. Buang belakangan, diam-diam.
Mau status fasih-bahasa-kucingmu tercetak di kain? Kirim fotonya — kucingmu akan kami pasang di DOKOYO.
